Tenaga Teknis Kefarmasian

Rabu, 24 September 2014

PENGERTIAN & CONTOH VISI-MISI



Visi adalah “what be believe we can be”

            Visi merupakan gambaran masa depan mau jadi apa lembaga kita. Menentukan visi berarti menentukan tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai
            Dalam menentukan visi hendaknya memenuhi persyaratan:
                        - Tidak berdasarkan kondisi saat ini
                        - Berorientasi ke depan
                        - Mengekspresikan kreatifitas
                        - Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat


Misi adalah  “what be believe we can do”

            Misi adalah apa yang bisa dilakukan untuk mencapai gambaran masa depan (visi). Misi merupakan langkah-langkah dan strategi apa untuk mencapai visi kita.
            Kadangkala misi perlu dirubah sedemikian rupa apabila visi belum tercapai. Jadi bukan visinya yang dirubah hanya cara-caranya mencapai tujuan yang dirubah. Apabila visi berubah-ubah maka akan terkesan tidak konsisten gambaran masa depan tentang organisasi tersebut.

Arti lain :

a.  Visi adalah suatu pernyataan tentang gambaran keadaan clan karakteristik yang
ingin di capai oleh suatu lembaga pada jauh dimasa yang akan datang. Banyak
intepretasi yang dapat keluar dari pernyataan keadaan ideal yang ingin dicapai
lembaga tersebut. Visi itu sendiri tidak dapat dituliskan secara lebih jelas
menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, oleh kemungkinan kemajuan
clan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa
yang panjang tersebut. Pernyataan Visi tersebut harus selalu berlaku pada
semua kemungkinan perubahan yang mungkin terjadi sehingga suatu Visi hendaknya
mempunyai sifat/fleksibel. Untuk itu ada beberapa persyaratan yang hendaknya
dipenuhi oleh suatu pernyataan Visi:
1) Berorientasi pada masa depan;
2) Tidak dibuat berdasar kondisi atau tren saat ini;
3) Mengekspresikan kreativitas;
4)Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat ;
5)Memperhatikan sejarah, kultur, clan nilai organisasi meskipun ada perubahan terduga ;
6) Mempunyai standard yang tinggi, ideal serta harapan bagi anggota lembaga ;
7) Memberikan klarifikasi bagi manfaat lembaga serta tujuan-tujuannya ;
8 ) Memberikan semangat clan mendorong timbulnya dedikasi pada lembaga ;
 9) Menggambarkan keunikan lembaga dalam kompetisi serta citranya ;
10) Bersifat ambisius serta menantang segenap anggota lembaga.  (Lewis&Smith,1994).


b. Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam
usahanya meng-ujud-kan Visi. Dalam operasionalnya orang berpedoman pada
pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi intepretasi Visi. Misi merupakan
sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis
besar cara pencapaian Visi. Pernyataan Misi memberikan keterangan yang jelas
tentang apa yang ingin dituju serta kadang kala memberikan pula keterangan
tentang bagaimana cara lembaga bekerja. Mengingat demikian pentingnya
pernyataan misi maka selama pembentukannya perlu diperhatikan masukan-masukan
dari anggota lembaga serta sumber-sumber lain yang dianggap penting. Untuk
secara Iangsung pernyataan Misi belum dapat dipergunakan sebagai petunjuk
bekerja. Intepretasi lebih mendetail diperlukan agar pernyataan Misi dapat
diterjemahkan ke langkah-langkah kerja atau tahapan pencapaian tujuan
sebagaimana tertulis dalam pernyataan Misi. Untuk memberikan tekanan pada
faktor komprehensif dari pernyataan misi maka pernyataan tersebut hendaknya
mampu memberikan gambaran yang menjawab pertanyaan pertanyaan  (Lewis &
Smith 1944)

CONTOH Visi-Misi Rumah Sakit

 
VISI Rumah Sakit Setia Mitra

Menjadi Rumah Sakit pilihan utama di Jakarta Selatan yang memberikan Pelayanan Prima dengan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.


MISI Rumah Sakit Setia Mitra
  1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu, professional dengan mengutamakan keselamatan pasien
  2. Menjadikan Rumah Sakit yang ramah lingkungan dan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pasien
  3. Meningkatkan sarana, prasarana dan peralatan untuk mendukung mutu pelayanan
  4. Mengembangkan potensi, kompetensi, etos dan budaya kerja Sumber Daya Manusia agar selalu siap menghadapi perubahan serta meningkatkan kesejahteraan Sumber daya manusia.
  5. Mengelola administrasi keuangan secara cepat dan akurat sesuai standar akuntansi keuangan.

Minggu, 21 September 2014

ALAT PENAMPUNG



Alat penampung adalah alat untuk menampung darah, untuk menampung air kencing dan untuk menampung feces. Yang termasuk golongan alat penampung adalah :
1.    Blood Bag
Berfungsi untuk menampung darah.Umunya dibuat dari plastic PVC dan berupa kantong.
2.    Urine Bag
Berfungsi untuk menampung air kencing.
3.    Colostomy Bag
Berfungsi untuk menampung feces, cairan dan gas yang keluar dari lubang usus buatan hasil pembedahan melalui otot dan kulit perut. Hal ini dilakukan untuk mengganti fungsi normal dari rectum.

ALAT PERAWATAN

Alat perawatan adalah alat yang digunakan untuk merawat pasien baik di rumah maupun di rumah sakit. Yang termasuk golongan alat perawatan adalah :
1.    Warm water zak/Hot Water Bottle
Adalah kantung yang berisi air panas.
2.    Ijskap/Eskap/Ice Bag
Umumnya berbentuk bulat, terbuat dari karet dengan tutup ditengahnya.Digunakan untuk kompres dingin dikepala apabila sedang demam.
3.    Skin traction kit
4.    Kruk/Crutches
Adalah tongkat penyangga tubuh yang digunakan pada pasien yang mendapat gangguan/sehabis operasi pada kaki.
5.    Breast pump/Pompa susu
Digunakan untuk membantu memompa air susu keluar dari buah dada wanita yang sedang menyusui dikarenakan air susunya terlalu banyak.
6.    Windring/Air Cushion
Adalah alat yang terbuat dari karet berbentuk lingkaran.Kegunaannya sebagai tempat duduk penderita wasir atau ambeien.

Selasa, 16 September 2014

DOEN 2013



Konsep Obat Esensial di Indonesia mulai diperkenalkan dengan dikeluarkannya Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang pertama pada tahun 1980, dan dengan terbitnya Kebijakan Obat Nasional pada tahun 1983. Selanjutnya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran dan farmasi, serta perubahan pola penyakit, DOEN direvisi secara berkala sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, maka DOEN akan direvisi setiap 2 (dua) tahun sekali. DOEN yang terbit pada tahun 2013 ini merupakan revisi dari DOEN 2011.

Pada tahun 2007, Organisasi Kesehatan Dunia - World Health Organization (WHO) telah melaksanakan program Good Governance on Medicines (GGM) tahap pertama di Indonesia dengan melakukan survey tentang proses transparansi 5 (lima) fungsi kefarmasian. Salah satunya adalah proses seleksi DOEN, yang dari segi proses transparansi dinilai kurang memadai. Dari pertemuan peringatan 30th Essential Medicine List WHO di Srilanka (2007), diberikan tekanan kembali pentingnya transparansi proses seleksi baik dari tim ahli yang melakukan revisi, proses revisi, dan metoda revisi yang harus semakin mengandalkan Evidence Based Medicine (EBM), dan pentingnya pernyataan bebas conflict of interest dari para anggota tim ahli.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di : KLIK

Contoh Formularium Obat Rumah Sakit


DAFTAR OBAT FORMULARIUM RS PERSAHABATAN JAKARTA
BERDASARKAN KELAS TERAPI

Kelas terapi, nama generik obat,
Bentuk Sediaan dan kekuatan
Dosis
Nama Dagang
Keterangan
1.        ANALGESIK, ANTI PIRETIK, ANTI INFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI

            Analgesik Narkotik

1.        Fentanil
Inj. i.m/i.V
amp. 50µg/m! @ ml
ktk. 5 Amp.,amp 2ml





2.  Kodein
     tab. 10mg,20mg






3.  Morfin
Inj.i.m/s.k/i.v.,
amp. 10mg/ml
ktk. 10amp. @ 1ml

tab. 10mg,15mg,30mg
dos 6 strip @ 10tab

4.  Petidin
inj.i.m/s.k/i.v. lambat
amp. 50mg/ml @ 2ml
ktk. 10amp


            Analgesik non narkotik
1.2.1 Analgesik antipiretik

3.  Asam asetil salisilat
tab. 100mg.ktk
10bls @ 10 tab
tab. 500mg
ktk. 10bls @ 10tab


4.  Metampiron
tab. 500mg : klg. 1000tab

inj. i.m. 250mg/ml
ktk. 100amp @ 2ml
ktk. 25vial @ 10ml

5.  Parasetamol
Tab. 500mg/klg. 100tab



sir. 120ng/5ml, btl 60ml









Premed. 100pg i.m
30-60’ pre op
Post op. 50-100pg i.m






Bila perlu:
D: Oral 30-60mg tiap jam maks 240mg/hr
A: 1-12 th : 3mg/kg/hr




5-10mg/dosis/i.m/i.v.

Inisial : 10-15 mg/12jam (bagi yg belum pernah mendapat terapi opioid)
20-30mg/12 jam (bagi yg sudah pernah mendapatkan terapi oploid)


D: 50-100mg/dosis/i.m.p.r.n. 1 kali lagi setealah 4-6 jam
A: 0.5-1mg/kg/dosis





A: 15-25mg/kg/dosis, 2-3 kali p.c.
D: 500-1000mg/dosis, 2-3 kali p.c.






A: >5 th; 250-500mg/dosis 2-3 kali
D: 500-1000mg/1-2x
D: 500-1000mg/dosis/24jam. Maks 1000mg/dosis 400mg/24jam
A: 5-14 th: 250-1000mg/24jam


A: 10mg/kg/dosis 4-6kali
D: 500-1000mg/4-6x. Maks 4000mg/24jam


A: 10mg/kg/dosis/4-6kali







Fentanyi                                            Jan









Codein                                              Kf






Morfin HCI                                      Kf
MST Continius                                MBF






Pethidine HCI                                 Kf







Asetosal                                         OGB
Restor                                             Pri
Aspilet                                            UA
Ascardia                                          Phl




Antalgin                                          Ogb

Xylomiden                                      Dfj
Novamidon                                     Nvp
Piramidon                                       Pra
Antrain                                            Int

Parasetamol                                    OGB
Pamol                                              Int
Panadol                                            Ster
Farmadol                                          Fah

Parasetamol                                    OGB
Pamol                                              Int







I: Analgesik narkotika suplemen pada anestesi regional/generai
Kl: Depresi pernafasan, trauma kepala, serangan akut asma
P: - Kombinasi dengan Droperidol
-         Potensi 80x morfin
ES: - Depresi pernafasan
  - Antidot : naloxon


I: Nyeri ringan sedang
ES: Konstipasi untuk pemakaian jangka lama




ES: Depresi pernafasan
I : Nyeri kronik
ES: Konstipasi, nausea, vomitus
Kl: Depresi pernafasan, obat-obat MAOI, obat-obat yang bekerja di Susunan Syaraf Pusat


ES: Depresi pernafasan







Kl: - tukak lambung
-         gastroenteritis
-         hemofili
ES: - dosis tinggi: salisillisme
-         gangguan agregasi
-         trombosit :perdarahan


Kl: - alergi pyrazolon
-         G6PD defisiensi
ES: agranulosiitosis




Kl: penyakit hati/ginjal
ES: dosis tinggi/jangka panjang
-         hepatotoksik
-         nefrotoksik



Kelas terapi, nama generik obat,
Bentuk Sediaan dan kekuatan
Dosis
Nama Dagang
Keterangan

A: 1th : 3-4kali/hari 0,6ml
     1-3th : 3-4kali/hari
     0,6-1,2ml


D: 500mg/dosis
     3kali p.c.

A: 25mg/kg/24jam


D: 1-3 x 50mg/hari


1-2 amp I.v/i.m/s.c




1-4 supp sehari



D: awal 550mg, lalu 275mg tiap 8 hari







Awal: 30/60mg l.m. dapat dilanjutkan dengan dosis 15/30mg tiap 6jam. Maks 120mg/hr










A: 10-20mg/kg/24jam
D; 100mg/dosis pada hari pertama ditingkatkan sampai 300mg/dosis


A: 5-10mg/kg/24jam
D: inisial 200mg/dosis pemeliharaan: 100-200mg/24jam


A: 20mg/kg/hari
D: 200-400mg, 3x/hari





D: 3x50mg



:1 sup. Malam

Panadol                                           Ster
Famadol                                          Fah
Sanmol Drop                                  San


Asam Mefenamat                           OGB
Postan                                             Pfi
Mefinal                                           San
Lapisan                                           Lapi


Tramadol                                        OGB
Zumatram                                       Pri
Dolana                                            Com
Dolika                                             Phap
Dolana                                            Com
Intradol                                           INF
Tradyl                                             Int

Tramal                                            Phl
Dolana                                            Com


Synflex                                           DV
Synflex                                           DV



Novalgin                                         AP


Xevolac                                          Nvl
Remopain                                       Dex











Allopurinol                                    OGB
Benoxuria                                      Ber
Isurik                                              Int
Urica                                              PriH

Eenilbutason                                  OGB




Ibuprofen                                      OGB
Rhelafen                                        Lapi
Proris                                             Phl

Rhelafen                                        Lapi
Prots                                               Phl

Profenid                                         AP
Nazovel                                          Nvl


Profenid                                          AP
Pronalges                                        Dex
Profecom                                        Com





Kl: Dispepsia, asma, penyakit ginjal
P: Hamil, laktasi, usia <14 th
ES: Mual, muntah, konstipasi



Kl: Intoksikasi akut alcohol/analgesik/hipnotik/psikotropik

ES: Depresi pernafasan, sedasi, mual, muntah, mulut kering







Kl: Ulkus peptikum, hamil, laktasi
P: Jika klirenis kreatinin <20
ES: gangguan pencernaan, sakit kepala, mual, vertigo




I: Terapi jangka pendek untuk nyeri akut berat
Kl: Hipersensitif, ulkus peptikum, gangguan ginjal, laktasi, persalinan
P: Hipertensi/kondisi yang berhubungan dengan retensi cairan, disfungsi hati anak <16 th






Kl: Serangan akut Gout, hamil, laktasi
P: Disfungsi ginjal
ES: Gangguan pencernaan, sakit kepala


Kl: Ulkus peptikum, penyakit tiroid, CVD, riwayat alergi aspirin
ES: Gangguan pencernaan, hepatitis


Kl: Sensitif terhadap aspirin, laktasi
P: Kehamilan, pasien tua, gagal ginjal, asma, ulkus peptikum




Kl: Ulkus peptikum
P: Gagal ginjal



Kelas terapi, nama generik obat,
Bentuk Sediaan dan kekuatan
Dosis
Nama Dagang
Keterangan
5.        Diklofenak natrium(*)





tab. Salut 25mg, 50mg




6.  Diklofenak Kalium(*)
tab. 25mg, 50mg
ktk. 50’s



7.  Piroksikam(*)
kap. 10mg, 20mg
ktk. 10 str @ 10 kap









Gel 0,5% tub. 15g, 25g


8.  Tenoksikam(*)
tab. Salut 20mg





9.  Meloksikam(*)
tab. 7,5mg, 15mg
ktk. 2str @ 10’s




10.     Kombinasi
Kondroitin sulfat 400mg, glukosan, in 500mg
MSM 200mg, Vit C 50µ, Mg glycerophosphat 10mg kapl. Sal. Salaput


11.     Glukosamin Sulfat
Krim 10%, 75g




12.     Sulfasalazin(*)
tab. 500mg
ktk. 10str @ 10’s

13.     Tinoridin HCl(*)
kap. 50mg, ktk. 60’s

D: 3 x 25-50mg/dosis




D: oleskan 3-4kali/hari





D: 100-150mg/hari





D:
-      Osteoartristis, artritis rematoid 1x20mg/hari
-      Gangguan otot skelet akut 1x40mg/hari
Pada hari I dan II, kmd 1x20mg/hari, 5-12hari
-      Gout: 1x40 mg/hari selama 4-6hari
D: untuk hasil yang efektif 3 atau 4 hari sehari

D: Oleskan 3-4kali/hari



D: 1 x 20mg






Osteoartristis : 7,5mg/hari
Rematoid artritis : 15mg





Terapi BB>55kg 3x1 kapl/hari, <55kg 2x1 kapl/hari pemeliharaan 1 kap/hari






Gunakan 1-2x sehari pada sendi yang sakit




D: minggu I malam 1 tab lalu 2x1tab



1-2kap/3x/hari

Natrium diklifenak                        OGB
Delfiamat                                       Alp
Voltaren                                         Nov
Voltadex                                        Dex

Voltaren                                         Nov





Kalium diklofenak                        OGB
Cataflam                                        Nov
Scanaflam                                      TSP



Piroksikam                                   OGB
Pirofel                                           San
Scandene                                      TSP








Feldene Gel                                     Pfi



Thenil                                              Int






Meloksikam                                   OGB       
Movi-cox                                        BI
Artrilox                                           Com
Mevilox                                          Ber



Osteokom                                       Lapi







Mediflex                                        Kal





Sulcolon                                        Ber
Lazafin                                          Nvl


Nonflamin                                     Tak


Kl: Ulkus peptikum
P: Laktasi, kehamilan
ES: Gangguan pencernaan, dizziness vertigo

P: Hanya digunakan pada permukaan kulit yang utuh/sehat, hindari kontak dengan mata dan selaput lender. Jangan diberikan bersama sediaan oral.


Kl: Ulkus peptikum
P: Laktasi, kehamilan
ES: Gangguan pencernaan, dizziness vertigo


Kl: Ulkus peptikum
P: Gangguan kordiovaskuler, gagal ginjal, kehamilan
ES: Gangguan pencernaan







P: Hindari kontak dengan mata, murkosa atau lesi kulit terbuka


Kl: Gangguan pencernaan
P: Gagal ginjal, sirosis hati, penyakit jantung kongestif
ES: Gangguan fungsi ginjal/hati, dizziness


Kl: Hipersensitif thd aspirin, AINS yang lain, penyakit ginjal berat, hamil dan laktasi, anak tukak lambung, gagal ginjal, non dialysis berat, pendarahan saluran cerna dan serebrovaskuler


I: Osteoartritis, untuk memelihara kesehatan sendi






I: Meredahkan nyeri pada artritis dan nyeri punggung, nyeri leher, nyeri lutut dan tungkai, nyeri pergelangan dan jari tangan






I: Peradangan pasca bedah, cedera saluran kemih, otitis artritis, epididimitis, lumbago, artralgia, nyeri, punggung, nyeri setelah cabut gigi, rematik

Kelas terapi, nama generik obat,
Bentuk Sediaan dan kekuatan
Dosis
Nama Dagang
Keterangan
2. ANASTETIK
2.1. Anastesi local
1. Buplvakain HCl
Inj. Infiltr. 0.25% (HCl)
Ktk. 1 vial 20 mL
Inj. 0,5% (HCl)-glukosa 7,5%
Ktk 5 amp, @ 4 mL


2.  Etil Klorida
Semp, btl. 100 mL

3.  Lidokain HCl
inj. Infiltr 1 %
inj. P. V. 2%
ktk. 100 amp @ 2 mL
jeli 2% tube 10 g
ampul 4% btl 50 mL(semp)

4.  Kombinasi :
Lidokain 25 mg +
Prilokain 25 mg
Krim 5%, tub 5 g

5.  Kombinasi
Lidokain HCl 20 mg+
Epinefrin 12,5 mg
Inj. 2 mL


6.  Lignokain HCl
Inj. Amp. 2% @ 20 mL
Inj. Amp. 500 mg/5 mL




2.2. Anastesi umum dan oksigen
1.  Droperidol
Amp. 2,5 mg/mL x 2 mL;
Ktk 10 amp

2.  Enfluran
Cairan inlan; btl 250 mL

3. Halotan
Cairan, btl, 250 mL

4. Ketamin HCl
Vial 50 mg/mL @ 10 mL
100 mg/mL @ 10 mL

5. Propofol
Amp. 10 mg/mL @ 20 mL, 50 mL
Ktk. 5 vial

6. Oksigen
Gas dalam tabung










7. Etomidat
Inj. 20 mg/10 mL, ktk.10 amp

8. Dinitrogen Oksida
Gas dalam tabung





9. Sevofluran
Cairan, btl. 250 mL

10. Midozolam(*)
Inj. I.v. 1 mg/mL,
Ktk, 5 amp @ 5 mL
Inj. I.v. 5 mg/mL,
Ktk, 5 amp@ 500 mg
11. Natrium Tiopental
Serb. Inj. I.v. 500 mg (dilarutkan dalam 20 mg air injeksi)
Ktk, 10 amp, @ 500 mg

12. Isoflurane
Cairan, btl. 250 mL



3. ANTI ALERGI DAN OBAT UNTUK ANAFILAKSIS
1. Deksametason
Inj. 5 mg/mL,
Ktk. 100 amp @ 1 mL


Tab 0,5 mg, klg.1000 tab (*)




2. Metil prednisolon(*)
Tab. 4 mg, 8 mg, 16 mg
Ktk, 10 str @ 10’s



Inj. 125 mg/2 mL, 500 mg/mL


3. Difenhidramin HCl
Inj. i.m. 10 mg/mL
Ktk. 100 amp @ 1 mL


4. Epinefrin (adrenalin)
Inj. I.v. 0,1%,
Ktk, 100 amp @ 1 mL





Protokol khusus
Protokol khusus




Protokol khusus



Protokol khusus
Protokol khusus

Protokol khusus
Protokol khusus


D; oleskan selapis tebal pd kulit yang intak



Protokol khusus





Protokol khusus







Protokol khusus



Protokol khusus


Protokol khusus


Protokol khusus



Protokol khusus



Protokol khusus











Protokol khusus


D: Untuk Induksi: N2O + 20% O2 dipertahankan dengan campuran 30% O2
-      Untuk analgesia pada obstetric, 50% N2O + O2


Protokol khusus


Protokol khusus




Protokol khusus




Protokol khusus






D: 4-20mg/dosis I.m/I.v., p.r.n. diulangi tergantung kebutuhan
A: 0,1-0,2 mg/kg/dosis I.v

D: 0,5-1,5 mg/dosis
3 kali/24 jam
A: 0,3 mg/kg/dosis
3 kali/24 jam


D: Permulaan:
4-48 mg sehari
Pemeliharaan:
4-16 mg/hari





D: 10-20 mg/dosis I.m/I.v.
3-4 kali/24 jam



D: 0,3 mg/dosis/s.k
A: 0,01 mg/kg/dosis
s.k; p.r.n. 3x/ 15 menit



Marcain                                         AZ
Marcain 5%                                   AZ
Bupicain                                        Cla
Buccain                                         Ber
Marcain Heavy 5%                       AZ

Chlorethyl Spray                           DrH



Lidocain                                       KF
Lidocain                                       OGB

Xylocaine Jelli                             AZ
Xylocaine Spray                          AZ


Estesia
Topsy                                           GPL
Emia                                             AZ


Extracain                                      Soho
Extracain                                      Eth
Pehacain                                       Phap
Lidocain  comp                            OGB


Xylocard 1                                   AZ
Xylocard 5                                   AZ






Dehidrobenzpiridol                       Jan



Ethran                                           Abb


Halotan                                         Dex


Ivanes                                           Ika
Ketamin Hamelin                         Corn
Ketajec                                         Cla

Profol                                           Cla
Savol                                            Nvl
Fresofol                                        Fre













Etimidat Lipuro                            BB









Sevoflurane                                  Abb


Miloz                                           Nvl
Midazolam Hamein                     Com
Sezolam                                       Cla







Isoflurane                                     Dex
Forane                                          Abb




Deksametason                              OGB
Kalmetason                                  Kal



Deksametason                              OGB
Kalmetason                                  Kal
Indexon                                        Int



Metil Prednisolon                        OGB
Lameson                                      Lapi
Methylon                                     Ber
Intidrol                                        Int

Medixon                                      Dex
Methylon                                     Ber


Rhinofed                                     Dex
Ikadryl inj                                    Ika
Paradryl                                       Pra


Epinephrine                                 OGB
Adrenalin                                     eth
I: Anestesi spinal












I: Anestesi permukaan untuk :
-   mulut & kerongkongan
-   gastrointestinal bagian atas




KI: bayi < 12 bln, hipersensitif
P: hindari kontak dengan mata dan membrane mukosa, luka terbuka


I: anestesi local
P: Hipertensi berat, arteriosklerotik, induvisiensi KV, blok jantung











I: - Premedikasi
-    anestesi neuroleptika


I: anestesi inhalasi


I: anestesi inhalasi


I: - Terutama untuk anestesi pada anak



I: Induksi dan pemeliharaan amestesi umum


I: Obstrusi jalan nafas (empisema, bronchitis) untuk mencapai inhalasi </= 30% O2
Pada retensi CO2 (Pneumonia, udema paru, alveolitis dan kegagalan sirkulasi) dapat dipakai sampai dengan 100% tetapi harus dikurangi secepat mungkin.
Pada bayi asphyxia </= 35%
ES: Depresi pernafasan pada konsentrasi tinggi bila ventilasi jelek
P: hati-hati terhadap kebakaran




I: Anestesi inhalasi
ES: pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan depresi sumsum tulang

P: maksimum 24 jam


I: anestesi inhalasi


I: induksi dan pemeliharaan anestesi local



I: anestesi I.v




I: anestesi inhalasi umum





KI: ulkus peptikum, H. Simplek ocular, infeksi jamur sistemik.
P: Hipotiroid, sirosis hati, hipertensi, DM, CHF
ES: lemah, osteoporosis, gangguan mens, retensi cairan & elektrolit, pendarahan lambung, moonface




I: Artritis Rematoid, bursitis akut/ sub akut. Dermatitis eksfolitiva, rhinitis alergi, asma bronchial, dermatitis kontak, konjungtivitas alergi
KI: Infeksi jamur sistemik, imunisasi
ES: Retensi NA & cairan, lemah otot, osteoporosis, gangguan penyembuhan luka, gangguan metabolisme

ES:  - mengatuk
- dosis tinggi; kejang-kejang pada penderita epilepsi


I: asma, angioneurotik edema, glaucoma, syok alergi
KI: insufisiensi koroner, syok saat operasi kerusakan otak organic
P: hipertensi, DM
ES: sakit kepala, gangguan pencernaan, takikardi, bingung, dan depresi pernafasan/SSP

Untuk Download : KLIK

Recent Posts

Pria Punya Selera

Kagol Asmoro

Megat dadakan dikirane mergo nduwe selingkuhan, nek direncanakan engko dianggep ra tenanan. Makane sebelum jadian ki sinauo pegatan

Blog Archive